Surat Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemdikbud Nomor 134741/B.BI.3/HK/2015

Jumat, 18 Desember 2015 | komentar

Berikut ini isi Surat Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemdikbud Nomor 134741/B.BI.3/HK/2015 tanggal 14 Desember 2015 tentang Linieritas Kualifikasi Akademik Dalam Kepangkatan Guru yang ditujukan kepada1. Kepala Badan kepegawaian Negara (BKN); 2) Kepala Kantor Regional BKN dan 3) Kepala Dinas Pendidikan/Kabupaten/Kota
Sehubungan dengan beragamnya interpretasi terhadap kualifikasi S1/D-IV bagi guru, sertifikat pendidik, linieritas antara kualifikasi akademik dengan kepemilikan sertifikat pendidik, dan karir pengawas sekolah, dengan ini kami sampaikan hal-hal sebagi berikut.
1. Kualifikasi akademik dan sertifikasi guru diatur berdasarkan ketentuan undang­undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang­undang nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, . peraturan pemerintah nomor 74 tahun 2008 tentang guru, dan pedoman pelaksaaan sertifikasi guru
2. Ketentuan karir dan kepangkatan guru dan pengawas sekolah diatur dalam ketentuan tentang jabatan Gungsional Guru dan Angka Kreditnya, tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional pengawas dan Angka Kreditnya, peraturan menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 143 tahun 2014 tentang petunjuk teknis jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya.
3. Mengacu pada ketentuan angka 1 dan 2 diatas, perlu diperhatikan hal-­hal sebagai berikut :
a. Guru yang mengajar linier dengan sertifikat pendidiknya, tetapi sertifikat pendidiknya tidak linier dengan kualifikasi akademiknya, tidak dipersyaratkan untuk mengikuti pendidikan S1 Kedua yang linier dengan sertifikat pendidik yang dimilikinya.
b. Bagi guru dalam jabatan yang diangkat sebelum berlakunya undang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, dapat mengikuti sertifikasi pendidik tanpa mempertimbangkan kesesuaian/linieritas antara kualifikasi akadeik yang dimiliki dengan mata pelajaran/bidang tugas yang diampu, sepanjang guru yang bersangkutan mempunyai pengalaman mengampu bidang/mata pelajaran tersebut paling sedikit 5 (lima tahun)
c. Bagi guru yang diangkat sejak berlakunya undang-­undang nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen yang akan mengikuti sertifikasi pendidik, harus sesuai dengan kualifikasi akademik S­1 atau lebih dari S­1 yang dimilikinya.
d . Bagi guru yang bersertifikat pendidik yang diangkat sampai tahun 2015, dapat mengajukan kenaikan pangkat sesuai dengan pangkat tertinggi di dalam jenjang kepangkatan guru sepanjang mengajar sesuai dengan bidang/mata pelajaran pada sertifikat pendidiknya walaupun tidak linier dengan kualifikasi akademiknya. dengan kepemilikan sertifikat pendidik tersebut, guru dinyatakan sebagai guru profesional dan sah atau linier dengan mata pelajaan yang diampunya.
e. Bagi guru yang belum S.1/D.4 sampai dengan akhir tahun 2015, kenaikan pangkat dan jabatannya telah diatur dalam PermenagPAN dan RB nomor 16 tahun 2009 pasal 40 dan pasal 41.
4. Bagi pengawas sekolah yang bukan berasal dari jalur guru, sepanjang sudah memiliki sertifikat pendidikan dan melaksanakan tugas kepegawaian sesuai dengan sertifikat pendidikanya dapat mengajukan kenaikan pangkat sesusi dengan ketentuan PermenagPAN dan RB nomor 21 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas dan Angka Kreditnya dan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 143 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Pengawas dan Angka Kreditnya.
Silahkan disampaikan kabar ini kepada rekan guru yang galau karena mengajar tidak sesuai dengan ijazah S1 yang dimilikinya.

SEGERA KEMBALIKAN MATPEL TIK DAN KKPI

Selasa, 17 November 2015 | komentar

Komunitas Guru TIK dan KKPI
Kami sangat senang sekali bisa bertemu dengan mendikbud bapak Anies Baswedan. Kami menunggu beliau di kantornya cukup lama. Dari mulai jam 16.00 wib sampai 19.00 wib.
Kami bertekad kuat menyampaikan aspirasi anak negeri ini. Walaupun kami tahu, pertemuan ini tidak terjadwalkan karena padatnya jadwal mas menteri. Mohon maaf sebelumnya dari kami, guru TIK dan KKPI. Bagi kami save matpel TIK dan KKPI adalah harga mati seperti NKRI.
Tujuan kami guru tik dan kkpi ke mas menteri cuma satu. Pak anies yang biasa disapa mas menteri mengeluarkan kebijakan untuk mengembalikan mata pelajaran tik dan kkpi ke dalam struktur kurikulum nasional. Kami dapat info bahwa para pejabat pengembang kurikulum tidak memasukkan matpel TIK dan KKPI ke dalam mata pelajaran tersendiri.
Mereka BERKATA TIDAK PERLU ADA MATA PELAJARAN tik dan kkpi. Bagi mereka TIK hanya cukup menjadi tools, dan tidak perlu dipelajari sebagai ilmu, apalagi ilmu komputer yang terus berkembang.
Lucunya ada seorang pejabat di kurikulum yang meminta naskaf file akademik mata pelajaran TIK yang ditandatangani ibu dyah, katanya filenya hancur diserang virus.
Dari sini saja kami tersenyum dan tertawa ternyata masih ada pejabat kemendikbud yang belum melek TIK dan menyimpan filenya di googledrive.
Kepala pusat kurikulum dan perbukuan mengatakan dalam seminar nasional urgensi matpel tik dan kkpi di aula kemdikbud 25 April 2015. Mata pelajaran ini bisa kembali tergantung kebijakan menteri. Masih terbuka peluang untuk menjelaskannya secara akademik dengan didukung data dari lapangan.
Kami sudah sampaikan datanya langsung kepada menteri saat bertemu pada 24 Desember 2014 lalu. Menurut info yang kami terima, pimpinan kemdikbud sedang menggodog kedudukan TIK. Semoga mereka sadar akan pentinya TIK sebagai sebuah keilmuan yang terus berkembang dengan berbagai nomenklatur.
Berdasarkan info tersebut kami dari komunitas guru Tik dan kkpi memberanikan diri bertemu mas menteri. Kami jelaskan kepada beliau tentang pentingnya mata pelajaran ini diberikan untuk generasi emas indonesia terdidik TIK dengan baik.
Kami menolak bimbingan TIK, karena TIK bukan bimbingan seperti Bimbingan Konseling. Sebab dalam undang-undang guru dan dosen, gru itu hanya ada 3 yaitu guru kelas, guru mata pelajaran dan guru bimbingan Konseling. Guru bimbingan TIK tidak ada dasr hukumnya dalam uu guru dan dosen, sehingga menyalahi perundangan yang berlaku.
Permendikbud 68 tahun 2014 tentang perang eh Peran Guru TIK/KKPI jelas sangat melukai hati semua guru TIK dan KKPI di seluruh Indonesia.
Sampai saat ini pejabat pemerintah di era mendikbud Anies Baswedan masih tetap kekeuh bahwa tik tidak perlu jadi mata pelajaran tersendiri. Pemerintah mengganggap tik cukup terintegrasi ke dalam semua mata pelajaran. Pemerintah lupa bahwa tik juga adalah sebuah ilmu yang harus dipelajari agar bangsa ini tidak hanya menjadi bangsa pengguna produk tik. Kita sudah harus masuk sebagai pemain di bidang TIK, dan itu dimulai dari adanya mata pelajaran TIK dan KKPI yang terus dikembangkan materinya.
Semoga perjuangan guru tik dan kkpi yang tergabung dalam komunitas guru tik dan kkpi membuahkan hasil dengan kembalinya mata pelajaran ini ke dalam struktur kurikulum nasional kita. Mohon dukungan dari semua. save matpel TIK dan KKPI Harga mati.

Salam blogger persahabatan
omjay

Tandatangani Petisi Agar Mata Pelajaran TIK Kembali Berada dalam Struktur Kurikulum Nasional

Senin, 19 Oktober 2015 | komentar (2)

Selamat pagi kawan kawan semua. Semoga sehat selalu. Mohon bantu kami mengisi dan menandatangani petisi ini.
Kurikulum 2013 boleh diberlakukan, namun jangan menghapus mapel TIK/KKPI hanya karena tdk ada listrik. Kembalikan mapel TIK/KKPI ke Kurikulum 2013 agar generasi emas indonesia terdidik tik dgn baik.
Dukungan anda sangat kami nantikan demi terwujudnya save matpel tik dan kkpi.

Untuk menjadi negara dengan teknologi yang handal dibutuhkan pendidikan yang tepat, dapat dimulai dari hal2 kecil, seperti pendidikan di sekolah dengan tetap menjadikan mata pelajaran TIK sebagai bagian dari kurikulum. (Retno Wulandari). Mata pelajaran TIK/KKPI adalah sebuah mata pelajaran yang bisa dibilang tidak kalah penting, karena dengan kita bisa mengoperasikan komputer adalah dasar untuk mendapatkan pekerjaan, karena rata-rata perusahaan membutuhkan karyawan yang bisa mengoperasikan komputer (Hamim Rudi). Karena TIK penting untuk perkembangan bangsa Indonesia agar tidak tertinggal perkembangan teknologi yang ada (Muhammad Surya Nugraha) 

http://chn.ge/1QmPxHA


(Ironis) Karena Tidak Ada Listrik, TIK Dihapus dari Kurikulum

Selasa, 22 September 2015 | komentar (1)

Dihapuskannya mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Indonesia dari kurikulum 2013 menambah keterpurukan pendidikan di Indonesia. Padahal di negara maju lainnya pendidikan computer science di sekolah kian dikembangkan. Menurut World Education Forum, pendidikan Indonesia menempati ranking 69 dari 76 negara. Hal ini terungkap dalam Seminar Nasional Computer Science di Aula Gedung A Kemendikbud, Jakarta, Jumat (18/9/2015) yang dihadiri lebih dari 500 orang guru dari berbagai daerah di Indonesia. Dihapuskannya mata pelajan TIK karena tidak adanya listrik di berbagai daerah. Kemdikbud merasa berat untuk menyiapkan listrik di semua sekolah dan takut di PTUN kan oleh masyarakat.

Anda bisa melihat beritanya di bawah ini:
http://video.metrotvnews.com/play/2015/09/21/433212/onno-w-purbo-tanpa-belajar-tik-pelajar-indonesia-dijamin-terpuruk
Pelajar Indonesia makin terpuruk bila tidak belajar tik kata pak Onno W. Purbo pakar TIK Indonesia. Sebab mereka hanya belajar sendiri tanpa pemandu dengan materi yang tidak terstruktur dan sistematis. Kami ucapkan terima kasih kepada kawan kawan guru yang sudah hadir di aula kemdikbud lantai 3 dalam seminar nasional computer sciene hari jumat 18 september 2015 pukul 14.00-17.00 wib. Semoga perjuangan kita guru TIK didengar dan dikabulkan oleh pemerintah. Para pejabat kemdikbud bisa memahami keinginan kita semua demi generasi emas Indonesia terdidik TIK dengan baik.
Seminar Nasional Computer science diadakan di Gedung A lantai 3 Kemendikbud. Saya berada bersama lebih dari 500 guru sejabodetabek bahkan dari kalimantan , Semarang dan daerah daerah provinsi lainnya dalam rangka perjuangan Mengembalikan TIK dan KKPI kembali menjadi Mata Pelajaran lagi, dan bukan Layanan TIK apalagi hanya sekedar Bimbingan. Ikut hadir bersama kami Perwakilan Puskurbuk Bpk. Herry dan Perwakilan Dirjen Guru Bpk Temu Ismail , Ketua IGI Pusat Bpk Satria Dharma , Pakar Pendidikan Bpk Indra Charismiadji , Pakar IT Indonesia Bpk Onno W Purbo. Dalam seminar kali ini, masing masing pemateri memaparkan tentang pentingnya IT dengan segala kelebihan dan kekurangan yang sesungguhnya bisa dicari solusi bersama, dan bukan sepihak yang membuat Mata Pelajaran TIK dan KKPI hilang dari kurikulum ini. Ilmu Komputer atau Computer Science bisa jadi salah satu solusi karena di dunia luar sana sudah lebih maju dari kita bangsa Indonesia dengan perkembangan Komputer Science atau Coding (bahasa pemrograman).
Rekaman amatirnya bisa dilihat di facebook omjay di bawah ini:
https://www.facebook.com/wijaya.kusumah/videos/10207853578645490/?pnref=story
Dalam acara ini, Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) se-Indonesia melakukan tanda tangan sebagai aksi penolakan dihapusnya mata pelajaran TIK dalam kurikulum di Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (18/9/2015). Ratusan guru melakukan aksi menolak kebijakan dihapuskannya mata pelajaran TIK dan Keterampilan Komputer dan Pengolahan Informasi (KKPI) dalam struktur kurikulum. Mata pelajaran TIK dan KKPI diganti dengan mata pelajaran baru bernama prakarya. Banyak guru TIK dan KKPI yang dialihkan menjadi guru Prakarya.

Aksi solidaritasnya bisa dibaca di sini:
http://news.okezone.com/view/2015/09/18/1/21239/aksi-solidaritas-guru-tik/2
Teruslah berjuang kawan kawan guru TIK/KKPI. Jangan menyerah sebelum berperang. Jangan diam dan jelaskan secara akademis, logis dan rasional pentingnya mata pelajaran tik. Jangan juga kalian tergiur dengan uang. Proyek bimtek memang menggiurkan, tapi itu adalah salah satu cara membungkam guru tik dan kkpi agar tak berteriak save tik dan kkpi lagi. Apalagi para aktivisnya sudah diajak ke Bali gratis dengan uang negara. Pastilah nikmat terasa. Padahal mereka dimanfaatkan agar proyek kurikulum 2013 jalan terus dengan tidak memasukkan tik dan kkpi sebagai mata pelajaran. TIK dialihkan jadi bimbingan tik. Pesan omjay teruslah berjuang dari apa yang kita bisa. Save tik dan kkpi harga mati. Kami tidak akan pernah pindah ke lain hati.
Jumat, 18 September 2015 menjadi hari bersejarah bagi perjuangan guru tik dan kkpi. Save tik dan kkpi demi generasi emas indonesia terdidik tik dengan baik. Berbagai masukan dan pandangan dari para nara sumber yang hadir membuat saya semakin paham bahwa perjuangan itu membutuhkan strategi yg jitu dan rasa kebersamaan yang tinggi. Computer science atau ilmu komputer mungkin bisa menjadi salah satu solusinya. Tik itu memang wajib dipelajari ilmunya. Oleh karena itu materinya harus terus dikembangkan, dan bukan dihapuskan karena tidak adanya listrik. Setiap daerah punya potensi alam yang luar biasa untuk membuat pembangkit listrik sederhana.
Antusias peserta seminar nasional di aula kemdikbud sungguh luar biasa. Saya bersyukur kepada Allah, ternyata perjuangan guru tik dan kkpi banyak didukung oleh guru mata pelajaran lainnya. Terbukti banyak guru mata pelajaran lain juga ikut hadir dalam seminar nasional kali ini. Mereka juga ikutan mendukung perjuangan save tik dan kkpi sebagai bentuk solidaritas. Mereka sangat ingin TIK jadi pelajaran lagi seperti di kurikulum 2006.
Sangat menarik sekali apa yang disampaikan pak Onno W. Purbo bahwa belajar tik itu menarik dan beliau menceritakan pengalamannya mengajar orang papua. Ternyata listrik dan infrastuktur bukanlah kendala penting. Namun ada yg lebih penting, yaitu sumber daya manusianya. lalu pak Onno menunjukkan sebuah alat yang bernama charger untuk digunakan sebagai alat menghidupkan komputer canggih yang ditunjukkan ke layar lebar. Semua peserta memberikan tepuk tangan yang meriah dan ternyata TIK bisa diberikan tanpa listrik dari PLN.
Seorang kawan menuliskan di facebook: "Computer science layak dituangkan dalam materi kurikulum nasional, solusi terbaik biarkan matpel TIk dan KKPI menjadi wadah dan tempat terbaik untuk pengembangan computer science di sekolah dan pendidikan nasional, salam save TIk dan KKpi dari makassar om jay!! Semangat terus pantang menyerah. Om Jay, benar TIK itu harus diajarkan sehingga kami yang bukan guru pengajar TIK tidak harus lagi mengajarkan bagaimana mengirim email, membuat blog. Pengalaman saya mengajar karena saya menggunakan blog sebagai media mereka membuat tugas, atau mengirimkan tugas lewat email jadi harus mengajarkan tata caranya."

Supaya lebih lengkap acara seminarnya, bisa dilihat siaran ulangnya di bawah ini:
https://youtu.be/XjeKWElIkkw

Peserta Yang Telah Mengkonfirmasi Kehadirannya Pada Acara Workshop "E-Learning untuk Rakyat" di Surabaya

Senin, 21 September 2015 | komentar

Last updated: Senin, 21/09/15 17:25
Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh calon peserta Workshop "E-learning Untuk Rakyat" Surabaya bersama Bpk. Onno W. Purbo (Pakar IT) dan Bpk. Satria Dharma (Ketua IGI) yang telah mendaftar secara online dan telah mengkonfirmasi kehadirannya dengan melakukan pembayaran uang registrasi Rp. 50.000 ke no rek BRI 0023-01-01-0796-50-6 an. Amiroh.
Berikut nama peserta yang telah mengkonfirmasi kehadirannya pada Acara Workshop "E-Learning untuk Rakyat" di Surabaya, Tgl.31 Oktober 2015:
1. Erma Dwi Lailatul Fitri, S.Pd (MANU ELOK PASURUAN)
2. Hasanul Bisri, S.Pd (MANU ELOK PASURUAN)
3. Muhammad Rohison (MANU ELOK PASURUAN)
4. ABD ROSYID, S.Pd, ( SD NU )
5. Drs A Ridluwan, M.Pd.I. (MTs NU)
6. M Baidlowi,S.Pd.I. (SMP NU)
7. Maria Ulfah, (SMP NU )
8. Riduwan, S.Pd, ( SMP NU )
9. Shodikin, S.Pd. ( SD NU )
10. Tiono Setyawan, S.Kom (SMPN1MOJOKERTO)
11. Ubaidillah, M.Pd - SMAN 2 Surabaya
12. Dra. Tatiek Diah Saraswaty - SMAN 2 Surabaya
13. Dra. Eny Sulistyaningsih - SMAN 2 Surabaya
14. Sri Hartini, M.Pd - SMAN 5 Surabaya
15. Dra. Rr. Retno Pangastuti Tri Juarni, M.Pd - SMAN 5 Surabaya
16. Dra. Ida Kurniawati - SMAN 5 Surabaya
17. Heru Suprapto, S.Pd, MM - SMAN 11 Surabaya
18. Sujanty, S.Pd - SMAN 16 Surabaya
19. Tri Kurniawati, M.Pd - SMAN 19 Surabaya
20. Nana Petty Puspitasari, M.Pd - SMAN 19 Surabaya
21. Arwiyati, S.Pd (SMAN 22 SURABAYA)
22. Aries Eka Prasetya, S.Pd, M.Si (SMAN 22 SURABAYA)
23. Sundawan Argo Sontani, M.Pd (SMAN 2 Surabaya)
24. H. Eko Armadya Wibisono, S.Pd, M.Si (SMAN 2 Surabaya)
25. Dra. Dwi Pudjiastuti, M.Si (SMAN 22 Surabaya)
26. Andah Miswanti, SS, M.Pd (SMAN 22 Surabaya)
27. Dra. Siti Umiyati (SMAN 22 Surabaya)
28. Ari Mangestoe Juani, M.Pd (SMAN 22 Surabaya)
29. Hj. Retno Murti S., M.Pd (SMAN 22 Surabaya)
30. Muhammad Sakir (MINU LELOK PASURUAN)
31. Muhammad Hifdi (MINU LELOK PASURUAN)
32. Fitriatun Nadhiroh (MINU LELOK PASURUAN)
33. Ari Mardian (SMKN 2 Trenggalek)
34. ANIS RIFQIANA,S.Pd (SMPN 36 Surabaya)
35. NUNIK USWATUN HASANAH,S.Pd ( SMPN 36 SURABAYA)
36. Dra.ANIK AMBARWATI ( SMPN 36 Surabaya)
37. Dra.DWI RUSTANTI WILUDJENG,M.Pd (SMPN 2 Surabaya)
38. Tatik, S.Pd, M.Pd (SMPN 14 Surabaya)
39. Kastini, S.Pd (SMAN 22 Surabaya)
40. Anik Wahyuni, S.Pd (SMAN 22 Surabaya)
41. Ariefa Yuniawati, S.Pd (SMAN 22 Surabaya)
42. Dwi Anggraini Wahyuningsih, S.Pd (SMAN 22 Surabaya)
43. Dra. Tarmini (SMAN 22 Surabaya)
45. Dra. Sri Indajanti, M.Pd (SMAN 22 Surabaya)
46. Ninik Susilorini, S.Pd (SMAN 22 Surabaya)
47. Diah Krisdiyanti, S.Pd (SMAN 22 Surabaya)
48. Drs. HARI INDARJOKO, M.Pd (SMAN 6 SBY)
49. Hj. RUSDIANA HALIM,S.Pd (SMAN 21 SBY)
50. Drs. Tri Teguh Irianto, M.Pd (SMAN 1 Surabaya)
51. Susanti, S.Pd, M.Pd (SMAN 1 Surabaya)
52. Seto Handoko, S.Pd (SMAN 5 Surabaya)
53. PURWONO, S. Si. (SMA AL HIKMAH)
54. Nur Kholilah,S.Pd (SMAN 1 Manyar Gresik)
55. Karyadi, S.Pd. (SMPN 13 Surabaya)
56. Cicik indrasari, S.T. (SMPN 1 Dlanggu Kab. Mojokerto)
57. Nanik Umiyani, S.Pd (SMPN 36 Surabaya)
58. Endah Suwarni,S.Pd,M.Pd unit kerja SMPN 36 SBY
59. JOKO SANTOSO,S.Pd unit kerja SMPN 2 SURABAYA
60. Dian Tri Septiningtyas.S.Pd (SMAN 19 Surabaya)
61. Drs. Moh.Zainuri (SMAN 19 Surabaya)
62. Ahmad suhaifi, S.Pd ( SMK NU Surabaya)
63. Umi Rosyidah, S.Kom (SMKNU Surabaya)
64. Sukinah, S.Pd ( SMPN 44 Sby)
65. Hesti Palupi (SMAN 9 Surabaya)
66. Siti Nurul Qorimah, S.Pd ( SMP NEGERI 2 MANYAR- GRESIK)
67. Adifa Rais Hidayatullah (Mahasiswa)
68. Dra Hj Chotidjah,M.Si (SMAN 22 Surabaya)
69. Dra Ambar sucining (SMAN 22 Surabaya)
70. Sri Hutari, S.Pd (SMAN 22 Surabaya)
Demi ketertiban dan kelancaran acara, peserta dibatasi sebanyak 100 orang dan panitia tidak menerima pendaftaran di tempat acara. Dimohon calon peserta yang telah mendaftar secara online segera mengkonfirmasi kehadiran sebelum tgl 1 Oktober 2015.
Update nama peserta akan kami informasikan secara kontinyu.
Terima kasih
An. Panitia Surabaya
Amiroh (081553618329-SMS Only)
Neny Else ( 0812-3157-936)

REVIEW SEMINAR NASIONAL COMPUTER SCINECE

| komentar

(Jum'at, 18 September 2015)

Saat KAMI mengusulkan Layanan TIK, Muatan Lokal TIK dan Lintas Minat TIK untuk dilaksanakan (Draft Permen 31 Mei 2014) menyikapi peran guru TIK/KKPI dalam kurikulum 2013 , pemerintah mengambil sikap HANYA melaksanakan Bimbingan TIK (Permen 68 yg tidak melibatkan organisasi profesi dalam penyusunannya).

Saat KAMI mengusulkan Computer Science (seminar 18 September 2015) untuk masuk menggantikan TIK/KKPI yang memang kontennya "out of date", pemerintah menawarkan tawaran yang bisa dikatakan "out of date", yakni Daraft Permen 31 Mei 2014 yakni adanya Mulok TIK dan Lintas Minat TIK yang "OPTIONAL" dimana dahulu pernah kami usulkan.

Apakah harus menunggu 1 tahun lagi sehingga tawaran Computer Science dari kami baru direalisasikan, seperti kami menawarkan Draft 31 Mei 2014 ?
Apakah harus menunggu 1 tahun lagi sehingga pemerintah menyadari Computer Science benar-benar diperlukan ?

Jika karena muatan / konten TIK/KKPI yang "usang", maka solusinya adalah memperbaiki muatan kurikulumnya, bukan dengan menghapuskannya. Jika karena Listrik PLN belum ada hingga pelosok tanah air solusinya adalah menggunakan energi alternatif, bukan dengan mengorbankan mapel TIK/KKPI. Saatnya Konten / Kurikulum TIK/KKPI diperbaiki, Saatnya Computer Science dimasukan dalam struktur kurikulum nasional. Computer Science melatih siswa berfikir kritis, inovatif dan kreatif. Computer Science bukan Komputer, sehingga PLN bukan utamanya.

Indonesia mulai kekurangan bibit siswa Olimpiade Sains (OSN) Bidang Komputer karena mata pelajaran penghasil bibit tersebut telah dihapuskan. Percayalah bimbingan TIK/KKPI tidak akan bermanfaat banyak bagi peserta didik. Bimbingan TIK (permen 68) hanya akan menciptakan pengangguran terselubung, bahkan jika terjadinya di sekolah swasta atau bagi guru TIK/KKPI honorer implikasinya menyedihkan.

Objek utama seorang "guru" dalam proses pembelajaran dan sejatinya adalah "siswa", bukan pendidik (guru) atau tenaga kependidikan (TU). Bimbingan TIK acap kali bertolak belakang dimana objek utama guru TIK adalah guru mapel bukan siswa karena Bimbingan TIK adalah optional.

Berikut terlampir Draft permen 31 Mei 2014 yang diadopsi/diadaptasi untuk revisi Permen 68 mendatang. Sebuah "kesadaran" yang terlambat. Semoga pentingnya Computer Science segera disadari dan ditindaklanjuti dengan segera. Jika Mendikbud mengatakan kita tidak boleh jadi negara konsumtif dibidang TIK, Jika orang luar (Menkominfo) mengatakan Coding (Computer Science) hendaknya menjadi mata pelajaran wajib, mestinya kita selaku guru TIK wajib mendukung upaya menjadikan Computer Science menjadi mata pelajaran.

1.Draft Permen 31 Mei 2014 http://agtifindo.org/…/HASIL%20USULAN%20DRAFT%20PERMENDIKBU
2.Lampiran Draft Permen 31 Mei 2014
http://agtifindo.org/…/Lampiran%20Permen%20Guru%20TIK_KKPI%…

Seminar Nasional Computer Science

Kamis, 17 September 2015 | komentar


Elearning Untuk Rakyat di Kota Bandung dan Surabaya

Selasa, 01 September 2015 | komentar

Setelah Jakarta dan Solo, E-Learning Untuk Rakyat Akan Hadir di Bandung dan Surabaya

SEJAK beberapa tahun terakhir, dunia telah akrab dengan istilah e-learning E-learning merupakan wujud penerapan teknologi informasi (TI) di bidang pendidikan dalam bentuk sekolah maya. Tujuannya untuk transformasi proses belajar mengajar dalam bentuk digital yang dijembatani oleh teknologi internet. E-learning memungkinkan peserta didik maupun masyarakat luas bisa mengikuti proses belajar mengajar dalam satu waktu tanpa hambatan jarak dan perbedaan waktu.
Namun demikian, banyak kalangan menilai bahwa lingkup e-learning di Indonesia masih terasa sempit. Masih banyak tenaga pendidik, guru atau dosen yang belum memanfaatkan dan bahkan mengembangkan sistem pendidikan jarak jauh ini.
Berdasarkan hal tersebut, Komunitas Guru TIK dan KKPI bekerjasama dengan PT Telkom Indonesia dan Onno Center serta Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) pun berinisiatif untuk mengadakan roadshow “E-Learning Untuk Rakyat” di 4 kota: Jakarta, Solo, Bandung dan Surabaya.

Jakarta sebagai kota perdana penyelenggaraan roadshow ini telah sukses digelar pada 22 Agustus 2015 lalu di Kantor Wilayah Telekomunikasi Tekom Indonesia, di Yos Sudarso Kav. 23 Jakarta Utara.
Pada kesempatan ini, Pakar Internet sekaligus Pendidik TI, Onno W Purbo, berbagi ilmu tentang pengalamannya mengelola e-learning yang  terbuka untuk rakyat.  Sejumlah guru, dosen,  mahasiswa, aktivis pendidikan, dan penggiat teknologi serta blogger yang berasal dari berbagai daerah Jakarta, Jawa Barat, Banten, bahkan juga dari Pekanbaru dan Papua,  mengikuti workshop ini.
Selain Onno, hadir pembicara lainnya yaitu Namin AB Solihin dari Sekjen Komunitas Sejuta Guru Ngeblog (KSGN), yang memberikan materi Membuat Konten Kreatif di Blog.
Dari Jakarta, roadshow “E-Learning Untuk Rakyat” berlanjut di kota Solo pada 29 Agustus 2015. Onno W. Purbo yang menjadi pembicara utama dalam workshop ini berhasil menarik perhatian tak kurang dari 100 peserta yang hadir memenuhi ruang aula Telkom Solo.

Di Solo, Bambang Susetyanto (Ketua Umum Komunitas Guru TIK dan KKPI), Willy (Telkom) ikut menambah bobot workshop. Hadir pula  Pemateri lain yakni Satria Dharma (Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Pusat) yang membawakan materi gerakan literasi, serta Johan Wahyudi dengan materi konten kreatif, .
Soegiharto Santoso, Ketua Umum Apkomindo, mengatakan, penyelenggaraan roadshow “E-Learning Untuk Rakyat” diharapkan dapat membuka kesempatan bagi siapapun untuk mengembangkan dunia e-learning untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. “Pengguna internet tanah air kini  telah mencapai lebih angka 153 juta. Jika sebagian saja dari pengguna internet tersebut mau menaruh perhatian terhadap  pengembangan e-learning, tentunya Indonesia akan mempunyai sumber daya masyarakat yang lebih berkualitas dan berkompeten,” paparnya.
Wijaya Kusumah, Guru Blogger Indonesia, yang mengkoordinasi penyelenggaraan roadshow “E-Learning Untuk Rakyat” pun menyatakan kebanggaannya terhadap para pendidik dan pelajar yang antusias mengikuti workshop di Jakarta dan Solo. “Saya berharap penyelenggaraan workshop di Bandung dan Surabaya mendatang akan lebih sukses dibanding dua kota sebelumnya,” kata Wijaya.
Roadshow “E-Learning Untuk Rakyat” yang juga didukung oleh Kemkominfo, Relawan TIKParadise Store, Fuji Xerox By PT Astragraphia, Edimax, Taiwan Excellence Brand  dan BISKOM selaku media partner akan kembali dilaksanakan di Bandung (26 September 2015) dan Surabaya (31 Oktober 2015).
Informasi lebih lanjut dan pendaftaran secara online melalui http://goo.gl/forms/CGxb37BBkE, atau email ke wijayalabs@gmail.com


Workshop Elearning Untuk Rakyat di Telkom Solo

Minggu, 30 Agustus 2015 | komentar (1)

Elearning untuk Rakyat bersama Onno W Purbo di Telkom Solo
Allhamdullilah pelaksanaan  kegiatan Workshop E-Learning untuk rakyat bersama pak Onno W Purbo di kota Solo hari Sabtu, tanggal 29 Agustus 2015 berjalan lancar. Bertempat di Aula TELKOM lantai 2 Kota Solo acara ini digelar dari pukul 08.00 sampai 16.00 wib. Lebih dari 100 orang guru memenuhi ruangan yang megah ini.
Ibu Juli Dwi Susanti sebagai pembawa acara membuka acara workshop dengan ceria di aula telkom Solo Lantai 2.  
Kegiatan workshop dimulai dari pukul 08.00 wib sampai 16.00 wib dan dibuka dengan berbagai sambutan. Baik dari telkom Indonesia selaku tuan rumah maupun komunitas guru tik dan kkpi sebagai panitia penyelenggara acara. Pak Willy dari telkom dan pak Bambang dari KOGTIK memberikan sambutannya. Intinya mereka sangat menyambut baik adanya acara workshop elearning untuk rakyat ini.
Pak Bambang Susetyanto memberikan sambutan dari Ketua Umum Komunitas Guru TIK dan KKPI
Pak Willy dari Telkom Indonesia memberikan sambutan
Terima kasih dan salut kepada bapak Tri Budiharjo atau yang biasa disapa aki 3 sebagai PIC dari Komunitas guru TIK dan KKPI, juga buat Pak Agung PIC kota Solo,dibawah koordinasi PIC TELKOM Pak WILLY. 
Pak Onno W Purbo di Telkom Solo
Terima kasih sudah berbagi ilmu kepada kami pak Satria Dharma, pak Onno W Purbo, dan pak Johan Wahyudi. Materi gerakan literasi sekolah oleh pak Satria Dharma dan materi konten kreatif oleh pak Johan Wahyudi di telkom solo dalam workshop elearning untuk rakyat telah dibawakan dengan sangat baik.
Telkom telah menyiapkan kursi peserta sejumlah 140 kursi. Perserta yang hadir menurut presensi sejumlah 103 orang dan panitia 9 orang sehingga jumlahnya menjadi 112 orang. Berkas presensi (daftar hadir) benar benar diminta oleh telkom sebagai sponsor utama, dan kami dari panitia telah menyalinnya atau foto kopi daftar hadir peserta sebagai laporan kegiatan untuk sponsor telkom Indonesia.
Rekan rekan dari telkom Indonesia
Selamat kepada ibu guru dari luar kota Solo yang mendapatkan doorprize buku penelitian tindakan kelas karya omjay dan pak Dedi Dwitagama di acara workshop ini.

Omjay dan penerima Buku PTK
Kita berdoa, semoga nantinya untuk pelaksanaan workshop di kota Bandung dan Surabaya lebih banyak lagi pesertanya. Alhamdulilah, ada beberapa wartawan dan media serta blogger yang meliput acara workshop tersebut.
Panitia telah siap menyamput rekan media, dan sekalian melakukan jumpa pers untuk liputan media. Terima kasih kepada wartawan jawa pos dan media lainya yang telah meliput kegiatan ini. Kami tunggu tulisannya di media anda.
Teruntuk Bapak/Ibu Guru peserta workshop elearning yang telah hadir di telkom Solo kami ucapkan terima kasih atas kehadirannya. Kami dari panitia bila ada kekurangan dalam pelaksanaan kami mohon maaf yang sebesar besarnya.
Kunjungan dadakan dari pejabat telkom, pak James.
Di tengah tengah acara berlangsung, pak james ryan latupeirissa dari unit OSM personal commerce & caring telkom berkenan mengunjungi kami dan berdialog dengan panitia. Kepala Subdit consumer service supervision direktorat consumer pt. Telekomunikasi indonesia, tbk berdiskusi tentang kegiatan kegiatan yang bisa kami kolaborasikan.
Tak lupa khusus adik adik mahasiswa dari Universtas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga jurusan PTIK hadir sebanyak 14 peserta...dan adik adik mahasiswa masih menginginkan ada acara kembali. Contohnya minta diadakan pelatihan CS STEM.
Sekedar informasi, kapasitas ruangan aula di Telkom Solo hanya untuk 150 kursi. S ampai jumpa di acara workshop berikutnya di telkom solo. Selama di kota solo kami menginap di hotel nasional jl. Arifin no. 20 telpon 0271.632803 hp 081348909176. Penginapan yang bagus dan murah harganya. Solo alhamdulillah sukses kegiatannya, selamat tinggal semoga virus elearning untuk rakyat bersama moodle dari bang Onno W Purbo berkembang pesat di kota ini ya, dan semakin banyak sekolah dan guru yang menggunakannya.

Foto presentasi pak Johan Wahyudi
Foto Presentasi Pak Satria Dharma

Kegiatan workshop elearning untuk rakyat di telkom solo bersama komunitas guru tik dan kkpi alhamdulilah berjalan sukses. Terima kasih kepada telkom indonesia dan sponsor lainnya yang sudah mendukung kegiatan ini berjalan lancar. Sampai jumpa di kegiatan workshop berikutnya di kota bandung 26 september 2015 dan surabaya 31 oktober 2015. Semoga kegiatan pelaksanaan workshopnya jauh lebih baik lagi. Aamiin.
Omjay di telkom solo memberikan motivasi kepada kawan-kawan guru

Workshop Elearning Untuk Rakyat di Telkom Jakarta Utara

Kamis, 27 Agustus 2015 | komentar

Alhamdulillah pelaksanaan workshop elearning untuk rakyat sudah dilaksanakan pada Sabtu 22 Agustus 2015 dari pukul 08.00 sampai 16.00 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan di kantor wilayah telekomunikasi (Witel) Tekom Indonesia, di Jl Yos Sudarso Kav. 23 Jakarta Utara. Setelah Jakarta, kami berencana akan roadshow ke Solo, Bandung, dan Surabaya.

Di dalam gedung megah witel telkom Jakarta Utara lantai 7, pak Onno W Purbo berbagi ilmu tentang pengalamannya mengelola elearning untuk rakyat. Selain pak Onno, hadir pembicara lainnya yaitu pak Namin AB Solihin dari Sekjen Komunitas Sejuta Guru Ngeblog (KSGN) yang memberikan materi Membuat Konten Kreatif di Blog. Materi pak Namin, dapat diunduh di sini.

Pembicara yang tak kalah menariknya adalah materi pak Satria Dharma dari Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Pusat tentang gerakan literasi sekolah. Materi beliau dapat diunduh di sini.

Acara ini dilaksanakan oleh Komunitas Guru TIK dan KKPI (Kogtik) bekerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APTIKOM) dan sponsor Telkom Indonesia yang bertempat di Gedung Telkom Jakarta utara. Beberap sponsor pendamping ikut memeriahkan acara ini seperti erlanggaonline, edimax, biskom, dan lain-lain.

Peserta kegiatan workshop ini adalah para guru TIK dan KKPI yang berasal dari berbagai daerah Jakarta, Jabar, dan Banten. Bahkan ada guru yang berasal dari pekanbaru dan papua. Selain guru TIK dan KKPI, ada juga guru mata pelajaran lainnya, juga para mahasiswa, aktivis pendidikan, dan penggiat teknologi serta blogger yang mengikuti workshop ini.

Terima kasih kepada para sponsor yang sudah mendukung kegiatan workshop ini, dan sampai bertemu di kantor telkom Solo 29 Agustus 2015, kantor telkom Bandung 26 September 2015, dan kantor telkom Surabaya 31 Oktober 2015.

Salam Blogger Persahabatan
Omjay

Lokasi Workshop Elearning Untuk Rakyat Bersama Pak Onno W. Purbo

Rabu, 12 Agustus 2015 | komentar

Yth Peserta Workshop Elearning,
Tempat acara workshop elearning untuk rakyat bersama pak Onno W. Purbo, dan pembicara lainnya di 4 Kota yang diusulkan Telkom, yaitu:
1. Aula Kantor Witel Jakarta Utara, tanggal 22 Agustus 2015
     Jl. Yos Sudarso kav 23 Jakarta Utara
     PIC : Adam M. Kamil (telkom), Agus Sukoco (KOGTIK)
2. Aula kantor Witel Solo, tanggal 29 Agustus 2015
    Jl. Mayor Kusmanto No. 1 Gladak Solo
    PIC : Willy Kusprasetyo (telkom), Tri Budi Harjo (KOGTIK)
3. Gedung Saraswati, tanggal 26 September 2015
     Jl. Gegerkalong Hilir No. 47 Bandung
     PIC: Henhen Suhendi (telkom), Meti Mediya (KOGTIK)
4. Balairung Lantai 1 Kantor Telkom Regional V, tanggal 31 Oktober 2015
     Jl. Ketintang No. 156 Surabaya
     PIC : Nugroho Budi Cahyono (telkom), Amiroh Adnan (KOGTIK)
Mohon Kepada Para Peserta yang sudah registrasi online untuk mengecek email masing-masing untuk konfirmasi kehadirannya atau sms / wa omjay di 08159155515 atau 081285134145

Daftar Peserta Diklat GRATIS Computer Sains PT EDuspek Indonesia

Senin, 10 Agustus 2015 | komentar

 
Daftar Peserta Diklat GRATIS Computer Sains PT EDuspek Indonesia,
Data Peserta training perwakilan Kogtik

No Nama Asal Sekolah
1 Wijaya kusuma SMP Labschool
2 Tri Budiharjo SMP negeri 22 Suarakarta
3 Lilis Juwita, S.Kom MAN Jatiwangi Kabupaten Majalengka Jawa Barat
4 Suyati sma 3 bekasi
5 Yulef Dian, ST Komunitas : Kogtik
6 H. Youri, S.Kom.,MM SMA YASPORBI JKT,
7 Wiku Hermawan, ST SMK AL-FALAH TANJUNGJAYA
8 Agung Suprianto Madrasah Aliyah Nurul Falah
9 Juli dwi susanti smk yadika 13 tambun
10 Tatang Surya Atmaja MA PERSATUAN ISLAM 69 MATRAMAN
11 Anugrah Indra. G, S.Pd SDN Grogol 01 pagi
12 Heri Eriyadi Safitri, S.Kom
13 Banu Setyawan MAN 2 Ponorogo,
14 Febri, S.Pd SMKN 1 Lubuk Sikaping
15 Dwi Wahyudi SMP Negeri 1 Sidoharjo, Sragen
16 Suharjo SMA Plus pembangunan jaya bintaro
17 Khoirul Bahri SMK Wira Buana 1 Bojonggede
18 Yadi Nuryadin
19 SOPHIANITA MTs Al-Khairiyah Tambang Ayam Anyer Serang Banten
20 Mardijono, Drs smk negeri 3 sukoharjo jawa tengah
21 Efrajim Ram Mozes, S.Kom, SMK Negeri 3 Kota Sukabumi
22 Didin sahrudin
23 Teguh Widarto, S.KOM SMKN 1 KAWUNGANTEN
Mohon segera sms Omjay di 08159155515, karena panitia hanya menyiapkan kamar hotel 2 kamar, yaitu kamar guru laki-laki dan kamar guru perempuan dengan kapasitas masing-masing kamar 3 org, terimakasih.

Surat Keterangan Tidak Kena Pajak

| komentar



No : 010/KOGTIK/P/VIII/2015
10 Agustus 2015
Hal : Kegiatan Workshop Tidak Kena Pajak
Kepada Yth.
Pimpinan Telkom Pusat
di Tempat

Semoga Bapak/Ibu dalam keadaan sehat selalu, dan terus menginspirasi kami agar mampu mencerdaskan kehidupan Bangsa. Semoga pula Bapak/Ibu dapat bekerjasama dengan kami dari komunitas guru TIK dan KKPI se-Indonesia untuk kegiatan workshop e-learning untuk rakyat. Surat keterangan kegiatan tidak kena pajak dari guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Keterampilan Komputer dan Pengolahan Informasi (KKPI)

Komunitas guru TIK dan KKPI bekerjasama dengan relawan TIK akan mengadakan kegiatan workshop e-learning untuk rakyat di Jakarta (22 Agustus 2015), dan 3 kota besar lainnya yaitu Solo (29 Agustus 2015), Bandung (26 September 2015) dan Surabaya (31 Oktober 2015). Kami berharap dapat bekerjasama dengan bapak/ibu pimpinan Telkom dalam kegiatan ini, dimana sekolah mengirimkan guru TIK/KKPI untuk ikut kegiatan workshop tersebut. Kegiatan berlangsung dari pukul 08.00 sampai 16.00 wib. Kami juga akan menggandeng telkom dan sponsor lainnya untuk kegiatan ini. Informasi lengkap acara workhop dapat hubungi omjay di Jakarta Hp. 08159155515, Surabaya 0812-3157-936 ibu Neny else, Kota Solo bapak Tri Budiharjo di Hp. 08121501740 / 085642025225, dan Bandung ibu Meti Mediya 085722209797.

Pembicara workshop rencananya akan diisi oleh pakar TIK Indonesia, bapak Onno W. Purbo dengan tema elearning untuk rakyat, Wijaya Kusumah, Namin AB Solihin, Meti Mediya, Amiroh Adnan guru Blogger Indonesia dengan tema menulis konten kreatif, Pembicara dari Relawan TIK, Pak Satria Darma pembicara Literasi untuk sekolah dari IGI Pusat, dan satu lagi dari sponsor dengan tema yang sesuai dengan acara workshop. Kegiatan ini murni kegiatan social dan tidak dikenakan pajak. Susunan acara lengkap kami lampirkan. Terima kasih.

Ketua Komunitas Guru TIK/KKPI

Bambang Susetyanto, S.Kom.
NIP.196103101986031013

Mohon koreksinya, tks

Workshop Elearning Untuk Rakyat Oleh Onno W. Purbo

Sabtu, 11 Juli 2015 | komentar

SUSUNAN ACARA
Dalam rangka meningkatkan kompetensi guru TIK dan KKPI serta guru mata pelajaran lainnya, kami dari komunitas guru TIK dan KKPI bekerjasama dengan relawan TIK akan mengadakan kegiatan Workshop elearning untuk rakyat dengan pembicara utama, pakar TIK Indonesia, Bapak Onno W Purbo dan pembicara dari guru serta sponsor lainnya.
WAKTU KEGIATAN
Kegiatan workshop dilaksanakan selama 8 jam, dari pukul 08.00 sampai pukul 16.00 wib di kantor Telkom Jakarta, Solo, Bandung, dan Surabaya. Kita Jadwalkan waktunya sebagai berikut :
1. Tanggal 22 Agustus 2015 di Jakarta
2. Tanggal 29 Agustus 2015 di Solo
3. Tanggal 26 September 2015 di Bandung
4. Tanggal 31 Oktober 2015 di Surabaya

MATERI & PEMBICARA WORKSHOP
Adapun materi workshop atau pelatihanini adalah elearning untuk rakyat yaitu :
1. Pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan internet yang akan disampaikan oleh pak Onno W Purbo,
2. Menulis konten kreatif di blog oleh Namin AB Solihin (Jakarta), Wijaya Kusumah (Solo), Meti Mediya (Bandung), dan Amiroh adnan (Surabaya),
3. Materi dari sponsor telkom, dan sponsor lainnya
4. Materi dari relawan TIK dan Pengurus Kogtik.
5. Materi Gerakan Literasi untuk sekolah oleh Satria Darma, Ketua IGI
PESERTA
Peserta digratiskan bila dana dari sponsor terpenuhi, dan donasi Rp.50.000,-bila dana sponsor minim. Donasi diberikan saat pelatihan.
SUSUNAN ACARA
Waktu Kegiatan
08.00 - 08.30 Acara pembukaan
08.30 - 09.30 Presentasi dari sponsor
09.30 -12.00 Presentasi Elearninguntuk Rakyat daripak Onno W Purbo
12.00 - 13.00 Ishoma
13.00 - 14.00 Presentasi Menulis Kreatif Di Blog
14.00 - 15.00 Presentasi Relawan TIKdanPengurus KOGTIK
15.00 - 16.00 Presentasi Gerakan Literasi Sekolah
Nb: Acara bisa berubah sesuai dengan kondisi di lapangan

Surat Cinta untuk Pak Anies Baswedan

Senin, 29 Juni 2015 | komentar

Yth Pak Anies Baswedan.
Semoga bapak dalam keadaan sehat selalu, dan terus menginspirasi kami agar mampu mencerdaskan kehidupan bangsa. Semoga pula bapak masih mau mendengarkan inspirasi kami dari guru TIK dan KKPI se-Indonesia. Inilah surat cinta kami untuk bapak. Surat cinta dari guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Keterampilan Komputer dan Pengolahan Informasi (KKPI).
Beberapa waktu lalu, beberapa orang guru TIK dan KKPI mendapatkan panggilan untuk mengikuti diklat guru TIK dan KKPI. Namun mereka ternyata kecewa. TIK berubah menjadi layanan dan bukan mata pelajaran seperti tertulis dalam permendikbud 68 tahun 2014 tentang peran guru TIK dan KKPI. Padahal perjuangan kami dari awal adalah mengembalikan mata pelajaran TIK dan KKPI ke dalam struktur kurikulum. Kami tidak meminta yang lain.
Dalam kajian ilmiah kami, mata pelajaran ini masih sangat dibutuhkan, apalagi bila nanti bapak mau melakukan ujian nasional dengan UN CBT menggunakan komputer. Tentu anak-anak sudah dibiasakan menggunakan komputer, karena tidak semua anak Indonesia memiliki komputer di rumahnya masing-masing.
Ketika bertemu bapak secara langsung, sudah kami sampaikan data akan pentingnya mata pelajaran TIK dan KKPI. Semoga bapak sudah membacanya. Namun, ada yang masih beranggapan bahwa TIK hanya sebagai sebuah tools atau alat bantu pembelajaran dan tidak diberikan sebagai mata pelajaran tersendiri. Padahal TIK terus berkembang dan tentu saja TIK sebagai ilmu seharusnya diberikan kepada peserta didik. 
Dari hasil wawancara dan hasil penelitian di sekolah-sekolah yang telah menyelenggarakan mata pelajaran TIK dan KKPI, tidak ada satu pun guru dan siswa yang meminta matpel TIK dan KKPI dihapuskan dalam kurikulum 2013. Mareka ingin mata pelajaran ini tetap ada dalam struktur kurikulum. Bahkan ketika seminar nasional tentang urgensi mata pelajaran TIK dan KKPI, kepala pusat kurikulum dan perbukuan, pak Ramon Mohandas mengatakan belum ada kajian secara ilmiah tentang penghapusan mata pelajaran TIK dan KKPI. Semuanya tergantung kepada pak Anies Baswedan bila TIK dan KKPI kembali menjadi mata pelajaran.
Bapak Anies sering menyampaikan bahwa guru adalah manusia yang harus diperlakukan sebagai manusia, bukan sumber daya manusia.  Pelakuan pendidikan akan terus didorong dan dilatih dengan model pelatihan yang berfokus pada kompetensi, bukan berfokus pada administrasi, sebagaimana selama ini terjadi. Namun dalam diklat guru TIK ternyata hal itu masih terjadi, dan itu laporan dari kawan-kawan yang ikut diklat guru TIK.
Mari kita bangsa Indonesia berguru penerapan TIK sebagai Mata pelajaran pada negara-negara yang sudah menerapkannya, seperti di Amerika. Penerapan TIK sebagai mata pelajaran, diharapkan TIK dapat secara utuh menjadi tools dan mindset. Alangkah bijak pengembangan TIK seiring dengan pengembangan keilmuan yang dituangkan dalam Mata pelajaran TIK sejak SD. TIK sebaiknya dipandang dari dua sisi, sebagai tools dan mindset. Pemisahan keduanya akan menjadi bom waktu bagi bangsa ini.
Permendikbud 68 tentang peran guru TIK dan KKPI dalam kurikulum 2013 belum menyelesaikan permasalahan, karena TIK masih dianggap sebagai layanan. Jangan melupakan sejarah Mapel TIK, banyak guru yang mulai mengajar TIK ketika TIK mulai menjadi Mapel. Guru-guru seperti itu, sekarang nasibnya belum terakomodir dalam permen. Mohon kiranya kebijakan pak Anies Baswedan.

Jakarta, 22 Juni 2015
Sekjen Komunitas Guru TIK dan KKPI
Wijaya Kusumah, M.Pd

Darurat TIK Akan Terjadi di Negeri Ini.

| komentar (1)

Pak Anies dan om Jay
Bimbingan TIK atau layanan TIK sesuai permen 68 tahun 2014 merupakan kemunduran bagi bangsa kita di bidang TIK. Diklat guru TIK dan kkpi yg diberikan isinya tdk lebih baik daripada diklat yg diharapkan. Maklumlah dibuat oleh oknum guru TIK dengan cara tergesa gesa. Demi proyek kurtilas mereka tega ikut menghilangkan matpel TIK yg dibutuhkan bangsa ini agar kelak mampu menjadi pemain di bidang TIK. Darurat TIK akan terjadi di negeri ini. Ingatlah selalu kawan. Sesuatu yg dikerjakan dgn cara tergesa gesa, apalagi membawa bendera organisasi guru TIK tdk akan optimal hasilnya. Sebab nasibnya seperti kurikulum 2013 yg terpaksa harus direvisi karena dibuat tergesa-gesa. 
Tahun 2015 ini sdh banyak kawan guru dipanggil ke hotel mewah untuk memperbaikinya. Persoalan TIK sebenarnya lebih kepada materi TIK yg terus berkembang dan update kompetensi gurunya. Bukan menghilangkan mata pelajarannya dengan cara mengintegrasikannya ke semua mata pelajaran. TIK tdk hanya sebagai alat bantu. Tetapi sebagai ilmu seharusnya diajarkan dan dikembangkan oleh pusat kurikulum. Namun sayangnya, pusat kurikulum masih tetep kekeuh TIK hanya alat bantu. Kami belum mendapatkan naskah akademik terbaru dari puskurbuk tentang pentingnya mata pelajaran TIK. Kami hanya dapatkan dokumen lama ketiah puskur dipimpin ibu diah. Saat ini nasi sdh menjadi bubur. 
Diklat guru TIK sudah dilaksanakan di berbagai kota. Guru TIK beralih fungsi dari guru mata pelajaran kepada layanan. TIK hanya bimbingan dan bukan lagi mata pelajaran dengan jumlah jam minimal 1 jam matpel. Sedih sekaligus kecewa rasanya mendengar cerita kawan kawan yg ikut diklat. Pada akhirnya bukan kemajuan yg kita dapatkan, tetapi justru kemunduran yg didapatkan. Sebab kurikulum 2006 atau ktsp sebenarnya sdh bagus dan tinggal menyempurnakannya. Guru TIK dan kkpi seharusnya dilatih dan ditingkatkan kompetensinya dengan materi TIK terbaru. Bukan dengan cara cara lama yg pada akhirnya hanya menghabiskan uang rakyat. 
Derita guru TIK belum pulih dan sakitnya tuh di sini. Pada akhirnya, kurikulum 2013 telah memakan korban. Banyak guru TIK terpaksa dan dipaksa dirumahkan. Sebagian lagi kembali ke matpel asal dan pindah ke struktural. Semakin sedikit saja orang orang yg jago it mau jadi guru TIK dan lagi lagi pada akhirnya bangsa ini hanya akan menjadi konsumen di bidang TIK. Computer sains mungkin bisa menjadi salah satu alternatif utk diajarkan kpd siswa, sehingga olimpiade computer semakin banyak pesertanya. Kita bisa berdiskusi soal hal ini. Tulisan sebaiknya di lawan dengan tulisan dan bukan makian. Save TIK dan kkpi harga mati.

Save TIK dan KKPI Harga Mati

Senin, 08 Juni 2015 | komentar

Di saat orang-orang narsis jadi nara sumber nasional bimbingan TIK, saya justru tersenyum dalam hati. Saya memilih untuk tidak bersama mereka.
Seandainya mereka tahu apa yang sesungguhnya terjadi, mereka pasti akan menolaknya mentah-mentah.
Sebab mata pelajaran TIK sangat berbeda dengan bimbingan TIK. Mata pelajaran TIK masuk dalam struktur kurikulum, sedangkan bimbingan TIK tidak. Mata pelajaran TIK adalah mata pelajaran yang berdiri sendiri dan bukan hanya media yang terintegrasi ke semua mata pelajaran.
Para guru akan ditingkatkan kompetensinya melalui pelatihan TIK yang mengikuti perkembangan zaman, bukan diklat pengembangan TIK yang isinya cuma cara cara lama. Dikalt mata pelajaran TIK akan jauh lebih baik karena mengupgrade kemampuan guru TIK di Indonesia.
Jangan pernah menyerah kawan, perjuangan masih membutuhkan proses kesabaran. Bila TIK masuk kembali dalam struktur kurikulum kami sudah menyiapkannya dengan baik. Naskah akademik sudah kami susun, dan para penulis buku TIK sudah siap memberikan kontribusinya. Siswa dan guru mendapatkan buku siswa dan buku guru seperti mata pelajaran lainnya.
Buat kawan-kawan seperjuangan, teriakkan terus
save tik dan kkpi harga mati, dan ajak para penentu kebijakan untuk melihat langsung ke lapangan, lalu lihatlah celotehan para siswa yang ingin matpel TIK kembali.
Apakah mereka sudah menontonnya? Atau mereka tetap kekeuh tak mau mendengar lagi karena proyek kurikulum 2013 harus jalan terus? Dana yang besar tak boleh lagi mengorbankan guru dan siswa, terutama mata pelajaran TIK yang dihapuskan dalam kurikulum 2013.

Tips Aman Saat Online, Meski Lama Pantas Dicoba!

Minggu, 17 Mei 2015 | komentar

SAN FRANCISCO – Berselancar ke dunia maya tidak selamanya aman. Sama seperti di jalanan, suka ada begal yang bisa merugikan. Mulai meretas email, Facebook, atau mencuri uang melalui kartu kredit. CNET membagikan tips agar aman menjaga segalanya, termasuk data pribadi.
Yang pertama adalah, melindungi password. Ya, keamanan dan kerahasiaan password mutlak dijaga supaya tidak semua orang tahu. Apalagi, sampai bocor ke orang yang tidak dikenal. Tips klasiknya adalah, menggunakan password yang tidak mudah ditebak oleh orang lain.
Dia lantas mengutip pakar keamanan komputer, Bruce Scheier yang menyarankan agar menggabung kalimat kenangan dengan penyampaian yang berbeda. Misalkan kalimatnya: When I was eleven my sister made me fight the neighborhood bully. ’’Passwordmu bisa Wiw11msmmFtnbully,’’ tuturnya.
Yang kedua, menjaga keamanan email. Percaya atau tidak, meski sekarang eranya Twitter, Facebook, atau aplikasi pesan instant, orang-orang masih menggunakan email untuk berkomunikasi. Konsekuensinya, email masih menjadi sasaran untuk diretas. Padahal, email punya peran vital untuk mengakses media sosial itu.
Sebenarnya, kampanye untuk tidak sembarangan membuka attachment dalam email sudah dilakukan dengan masif. Namun, masih saja orang-orang terlena dan membukanya. Kalau itu dilakukan, bisa membuat email menjadi lebih mudah untuk diretas. Termasuk, menginstal aplikasi yang tidak dikenal secara diam-diam.
Kalau mendapat attachment dari seseorang yang dikenal juga jangan asal membuka. Pastikan kepada pengirim untuk memastikan bahwa dia benar-benar melampirkan attachment. Sebab, email yang telah diretas juga bisa melakukan pengiriman dengan melampirkan virus.
Yang ketiga, bagi penyuka belanja online harus ektra waspada. Tipe pengguna internet inilah yang sangat riskan untuk dicuri datanya dan melakukan pembelian tanpa pengetahuan pemilik kartu kredit. Tips untuk aman, pastikan melakukan pembelian dari website yang memiliki alamat: https.
Tambahan huruf ’’s’’ berarti menggunakan protocol atau jalur yang aman saat pembeli mengakses website jualan. Contoh paling mudah adalah saat mengakses website perbankan. Prefix alamat https bisa dilihat dengan mudah. Jadi, kalau belanja online, dan tidak beralamat https, lebih baik urungkan niat memasukkan data kartu kredit.
Yang keempat, berkaitan dengan memproteksi akun. Lazim dilakukan kalau mau memasuki akun tertentu, tinggal memasukkan alamat email, atau nama pengguna lantas diikuti password. Lebih baik untuk menggunakan otorisasi ganda seperti menggunakan sidik jari atau pola unik lainnya.
Jadi, yang mau meretas perlu menggunakan sidik jari atau pola unik lainnya. Seperti diketahui, beberapa penyedia email telah memberlakukan otorisasi ganda. Selain memasukkan nama pengguna dan password, penyedia email akan mengirimkan kode melalui SMS. Kode itu ikut dimasukkan sebelum masuk ke akun.
Yang kelima, menjaga kemanan ponsel. Penting dilakukan karena berbagai data saat ini biasanya disimpan di ponsel. Paling sederhana adalah memasang password. Bisa juga memasang kontak pemilik. Biasanya, akan muncul saat diminta memasukkan password untuk mengakses ponsel.
Nah, jadi tahu kalau banyak celah bagi orang tidak bertanggunjawab untuk mencuri data pribadi kan?. Tapi, kadang ada beberapa hal di luar kendali yang membuat kecolongan. Tips tersebut merupakan hal yang bisa dikontrol pemilik ponsel secara langsung. (jon/mas)

Guru Minta Teknologi Komputer dan Pengolahan Informasi Jadi Mata Pelajaran Lagi

Minggu, 26 April 2015 | komentar

           
Seminar Nasional KOGTIKPI
Kali ini KOGTIKPI melansir berita yang masih hangat dari KOMPAS, perjuangan kita semua tidak akan sia-sia. —
Para guru yang tergabung dalam Komunitas Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi serta Keterampilan Komputer dan Pengolahan Informasi meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memasukkan TIK dan KKPI sebagai mata pelajaran di sekolah. Kedua mata pelajaran tersebut dinilai penting seiring dengan perkembangan teknologi. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta Keterampilan Komputer dan Pengolahan Informasi (KKPI) dihapus sebagai mata pelajaran di sekolah saat pemerintah menerapkan Kurikulum 2013. Saat itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dijabat oleh Mohammad Nuh. Dari beberapa mata pelajaran yang dihilangkan dalam Kurikulum 2013, penghapusan mata pelajaran TIK dan KKPI ditentang oleh sebagian guru.
          "Penghapusan mata pelajaran TIK dan KKPI ditentang tidak hanya oleh guru, tetapi juga siswa, orangtua siswa, mahasiswa, dan pakar pendidikan. Kami meminta Menteri Pendidikan yang sekarang (Anies Baswedan) kembali memasukkan TIK dan KKPI dalam kurikulum," kata Ketua Komunitas Guru TIK serta KKPI (Kogtik) Wijaya Kusumah dalam seminar nasional "Urgensi Mata Pelajaran TIK dan KKPI dalam Kurikulum Ganda", Sabtu (25/4), di Jakarta.
          Seminar tersebut diikuti lebih dari 500 peserta dari sejumlah provinsi. Umumnya peserta merupakan guru TIK dan KKPI. Seminar ini menghadirkan pembicara dosen TIK Universitas Pendidikan Indonesia, Wawan Setiawan; dosen TIK Universitas Negeri Jakarta, Ivan Hanafi; serta Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemdikbud Ramon Mohandas.
         Wijaya menambahkan, para guru, pakar IT, dan dosen telah menyepakati untuk memasukkan kembali TIK dan KKPI dalam Kurikulum 2013. Menurut dia, kebijakan pemerintah menjadikan TIK sebagai pelayanan dan bimbingan itu keliru.
Sebagai ilmu
         "TIK tidak hanya sebagai keterampilan, tetapi juga sebagai ilmu yang harus dipelajari oleh peserta didik agar kelak menjadi produser di bidang IT, bukan hanya konsumen," kata Wijaya.
Sementara itu, Wawan Setiawan mengatakan, semestinya TIK menjadi lebih dari mata pelajaran, yakni dipelajari sebagai keilmuan.
       "TIK sebagai keilmuan harus disusun sedemikian rupa. TIK tumbuh dalam kehidupan sebagai kebutuhan. Namun, TIK juga harus dipelajari sebagai disiplin ilmu agar penggunaan TIK lebih terarah," kata Wawan.
        Apabila TIK tidak dikawal, hal itu akan menimbulkan persoalan, seperti penyalahgunaan teknologi untuk kepentingan negatif. Menurut Wawan, dalam Kurikulum 2013, TIK diposisikan sebagai keterampilan yang berhubungan dengan kebutuhan. Padahal, TIK merupakan ilmu yang harus dipelajari secara sistematis dan terstruktur.
"Jika TIK dikemas dan dikembangkan dengan tepat, harapan kemandirian bangsa melalui TIK bukan mimpi," ujarnya.
Ramon Mohandas menambahkan, saat ini Kurikulum 2013 sedang dievaluasi. Ada peluang TIK akan kembali dimasukkan sebagai mata pelajaran. Dia meminta para guru TIK untuk kembali menyampaikan usulan kepada Mendikbud secara tertulis.
          Saat ini, sebagian sekolah kembali memakai Kurikulum 2006. Dengan begitu, mata pelajaran TIK kembali diajarkan. Walaupun begitu, kata Ramon, keputusan apakah TIK kembali menjadi mata pelajaran atau tidak dalam kurikulum nasional akan dikaji Kemdikbud.
Ivan Hanafi berpendapat serupa. TIK penting untuk kembali dijadikan mata pelajaran guna mengubah pola pikir konsumtif ke produktif.
"Perkembangan teknologi membuat Indonesia jadi bulan-bulanan negara luar. Jika generasi tidak dipersiapkan dengan baik, kita selalu jadi pengguna," ujar Ivan.
 
Support : Creating Website | Risqk Template | ReDesign Mas Ris Template
Copyright © 2015. KOGTIKPI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger