(Ironis) Karena Tidak Ada Listrik, TIK Dihapus dari Kurikulum

Selasa, 22 September 2015 | komentar (1)

Dihapuskannya mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Indonesia dari kurikulum 2013 menambah keterpurukan pendidikan di Indonesia. Padahal di negara maju lainnya pendidikan computer science di sekolah kian dikembangkan. Menurut World Education Forum, pendidikan Indonesia menempati ranking 69 dari 76 negara. Hal ini terungkap dalam Seminar Nasional Computer Science di Aula Gedung A Kemendikbud, Jakarta, Jumat (18/9/2015) yang dihadiri lebih dari 500 orang guru dari berbagai daerah di Indonesia. Dihapuskannya mata pelajan TIK karena tidak adanya listrik di berbagai daerah. Kemdikbud merasa berat untuk menyiapkan listrik di semua sekolah dan takut di PTUN kan oleh masyarakat.

Anda bisa melihat beritanya di bawah ini:
http://video.metrotvnews.com/play/2015/09/21/433212/onno-w-purbo-tanpa-belajar-tik-pelajar-indonesia-dijamin-terpuruk
Pelajar Indonesia makin terpuruk bila tidak belajar tik kata pak Onno W. Purbo pakar TIK Indonesia. Sebab mereka hanya belajar sendiri tanpa pemandu dengan materi yang tidak terstruktur dan sistematis. Kami ucapkan terima kasih kepada kawan kawan guru yang sudah hadir di aula kemdikbud lantai 3 dalam seminar nasional computer sciene hari jumat 18 september 2015 pukul 14.00-17.00 wib. Semoga perjuangan kita guru TIK didengar dan dikabulkan oleh pemerintah. Para pejabat kemdikbud bisa memahami keinginan kita semua demi generasi emas Indonesia terdidik TIK dengan baik.
Seminar Nasional Computer science diadakan di Gedung A lantai 3 Kemendikbud. Saya berada bersama lebih dari 500 guru sejabodetabek bahkan dari kalimantan , Semarang dan daerah daerah provinsi lainnya dalam rangka perjuangan Mengembalikan TIK dan KKPI kembali menjadi Mata Pelajaran lagi, dan bukan Layanan TIK apalagi hanya sekedar Bimbingan. Ikut hadir bersama kami Perwakilan Puskurbuk Bpk. Herry dan Perwakilan Dirjen Guru Bpk Temu Ismail , Ketua IGI Pusat Bpk Satria Dharma , Pakar Pendidikan Bpk Indra Charismiadji , Pakar IT Indonesia Bpk Onno W Purbo. Dalam seminar kali ini, masing masing pemateri memaparkan tentang pentingnya IT dengan segala kelebihan dan kekurangan yang sesungguhnya bisa dicari solusi bersama, dan bukan sepihak yang membuat Mata Pelajaran TIK dan KKPI hilang dari kurikulum ini. Ilmu Komputer atau Computer Science bisa jadi salah satu solusi karena di dunia luar sana sudah lebih maju dari kita bangsa Indonesia dengan perkembangan Komputer Science atau Coding (bahasa pemrograman).
Rekaman amatirnya bisa dilihat di facebook omjay di bawah ini:
https://www.facebook.com/wijaya.kusumah/videos/10207853578645490/?pnref=story
Dalam acara ini, Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) se-Indonesia melakukan tanda tangan sebagai aksi penolakan dihapusnya mata pelajaran TIK dalam kurikulum di Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (18/9/2015). Ratusan guru melakukan aksi menolak kebijakan dihapuskannya mata pelajaran TIK dan Keterampilan Komputer dan Pengolahan Informasi (KKPI) dalam struktur kurikulum. Mata pelajaran TIK dan KKPI diganti dengan mata pelajaran baru bernama prakarya. Banyak guru TIK dan KKPI yang dialihkan menjadi guru Prakarya.

Aksi solidaritasnya bisa dibaca di sini:
http://news.okezone.com/view/2015/09/18/1/21239/aksi-solidaritas-guru-tik/2
Teruslah berjuang kawan kawan guru TIK/KKPI. Jangan menyerah sebelum berperang. Jangan diam dan jelaskan secara akademis, logis dan rasional pentingnya mata pelajaran tik. Jangan juga kalian tergiur dengan uang. Proyek bimtek memang menggiurkan, tapi itu adalah salah satu cara membungkam guru tik dan kkpi agar tak berteriak save tik dan kkpi lagi. Apalagi para aktivisnya sudah diajak ke Bali gratis dengan uang negara. Pastilah nikmat terasa. Padahal mereka dimanfaatkan agar proyek kurikulum 2013 jalan terus dengan tidak memasukkan tik dan kkpi sebagai mata pelajaran. TIK dialihkan jadi bimbingan tik. Pesan omjay teruslah berjuang dari apa yang kita bisa. Save tik dan kkpi harga mati. Kami tidak akan pernah pindah ke lain hati.
Jumat, 18 September 2015 menjadi hari bersejarah bagi perjuangan guru tik dan kkpi. Save tik dan kkpi demi generasi emas indonesia terdidik tik dengan baik. Berbagai masukan dan pandangan dari para nara sumber yang hadir membuat saya semakin paham bahwa perjuangan itu membutuhkan strategi yg jitu dan rasa kebersamaan yang tinggi. Computer science atau ilmu komputer mungkin bisa menjadi salah satu solusinya. Tik itu memang wajib dipelajari ilmunya. Oleh karena itu materinya harus terus dikembangkan, dan bukan dihapuskan karena tidak adanya listrik. Setiap daerah punya potensi alam yang luar biasa untuk membuat pembangkit listrik sederhana.
Antusias peserta seminar nasional di aula kemdikbud sungguh luar biasa. Saya bersyukur kepada Allah, ternyata perjuangan guru tik dan kkpi banyak didukung oleh guru mata pelajaran lainnya. Terbukti banyak guru mata pelajaran lain juga ikut hadir dalam seminar nasional kali ini. Mereka juga ikutan mendukung perjuangan save tik dan kkpi sebagai bentuk solidaritas. Mereka sangat ingin TIK jadi pelajaran lagi seperti di kurikulum 2006.
Sangat menarik sekali apa yang disampaikan pak Onno W. Purbo bahwa belajar tik itu menarik dan beliau menceritakan pengalamannya mengajar orang papua. Ternyata listrik dan infrastuktur bukanlah kendala penting. Namun ada yg lebih penting, yaitu sumber daya manusianya. lalu pak Onno menunjukkan sebuah alat yang bernama charger untuk digunakan sebagai alat menghidupkan komputer canggih yang ditunjukkan ke layar lebar. Semua peserta memberikan tepuk tangan yang meriah dan ternyata TIK bisa diberikan tanpa listrik dari PLN.
Seorang kawan menuliskan di facebook: "Computer science layak dituangkan dalam materi kurikulum nasional, solusi terbaik biarkan matpel TIk dan KKPI menjadi wadah dan tempat terbaik untuk pengembangan computer science di sekolah dan pendidikan nasional, salam save TIk dan KKpi dari makassar om jay!! Semangat terus pantang menyerah. Om Jay, benar TIK itu harus diajarkan sehingga kami yang bukan guru pengajar TIK tidak harus lagi mengajarkan bagaimana mengirim email, membuat blog. Pengalaman saya mengajar karena saya menggunakan blog sebagai media mereka membuat tugas, atau mengirimkan tugas lewat email jadi harus mengajarkan tata caranya."

Supaya lebih lengkap acara seminarnya, bisa dilihat siaran ulangnya di bawah ini:
https://youtu.be/XjeKWElIkkw

Peserta Yang Telah Mengkonfirmasi Kehadirannya Pada Acara Workshop "E-Learning untuk Rakyat" di Surabaya

Senin, 21 September 2015 | komentar

Last updated: Senin, 21/09/15 17:25
Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh calon peserta Workshop "E-learning Untuk Rakyat" Surabaya bersama Bpk. Onno W. Purbo (Pakar IT) dan Bpk. Satria Dharma (Ketua IGI) yang telah mendaftar secara online dan telah mengkonfirmasi kehadirannya dengan melakukan pembayaran uang registrasi Rp. 50.000 ke no rek BRI 0023-01-01-0796-50-6 an. Amiroh.
Berikut nama peserta yang telah mengkonfirmasi kehadirannya pada Acara Workshop "E-Learning untuk Rakyat" di Surabaya, Tgl.31 Oktober 2015:
1. Erma Dwi Lailatul Fitri, S.Pd (MANU ELOK PASURUAN)
2. Hasanul Bisri, S.Pd (MANU ELOK PASURUAN)
3. Muhammad Rohison (MANU ELOK PASURUAN)
4. ABD ROSYID, S.Pd, ( SD NU )
5. Drs A Ridluwan, M.Pd.I. (MTs NU)
6. M Baidlowi,S.Pd.I. (SMP NU)
7. Maria Ulfah, (SMP NU )
8. Riduwan, S.Pd, ( SMP NU )
9. Shodikin, S.Pd. ( SD NU )
10. Tiono Setyawan, S.Kom (SMPN1MOJOKERTO)
11. Ubaidillah, M.Pd - SMAN 2 Surabaya
12. Dra. Tatiek Diah Saraswaty - SMAN 2 Surabaya
13. Dra. Eny Sulistyaningsih - SMAN 2 Surabaya
14. Sri Hartini, M.Pd - SMAN 5 Surabaya
15. Dra. Rr. Retno Pangastuti Tri Juarni, M.Pd - SMAN 5 Surabaya
16. Dra. Ida Kurniawati - SMAN 5 Surabaya
17. Heru Suprapto, S.Pd, MM - SMAN 11 Surabaya
18. Sujanty, S.Pd - SMAN 16 Surabaya
19. Tri Kurniawati, M.Pd - SMAN 19 Surabaya
20. Nana Petty Puspitasari, M.Pd - SMAN 19 Surabaya
21. Arwiyati, S.Pd (SMAN 22 SURABAYA)
22. Aries Eka Prasetya, S.Pd, M.Si (SMAN 22 SURABAYA)
23. Sundawan Argo Sontani, M.Pd (SMAN 2 Surabaya)
24. H. Eko Armadya Wibisono, S.Pd, M.Si (SMAN 2 Surabaya)
25. Dra. Dwi Pudjiastuti, M.Si (SMAN 22 Surabaya)
26. Andah Miswanti, SS, M.Pd (SMAN 22 Surabaya)
27. Dra. Siti Umiyati (SMAN 22 Surabaya)
28. Ari Mangestoe Juani, M.Pd (SMAN 22 Surabaya)
29. Hj. Retno Murti S., M.Pd (SMAN 22 Surabaya)
30. Muhammad Sakir (MINU LELOK PASURUAN)
31. Muhammad Hifdi (MINU LELOK PASURUAN)
32. Fitriatun Nadhiroh (MINU LELOK PASURUAN)
33. Ari Mardian (SMKN 2 Trenggalek)
34. ANIS RIFQIANA,S.Pd (SMPN 36 Surabaya)
35. NUNIK USWATUN HASANAH,S.Pd ( SMPN 36 SURABAYA)
36. Dra.ANIK AMBARWATI ( SMPN 36 Surabaya)
37. Dra.DWI RUSTANTI WILUDJENG,M.Pd (SMPN 2 Surabaya)
38. Tatik, S.Pd, M.Pd (SMPN 14 Surabaya)
39. Kastini, S.Pd (SMAN 22 Surabaya)
40. Anik Wahyuni, S.Pd (SMAN 22 Surabaya)
41. Ariefa Yuniawati, S.Pd (SMAN 22 Surabaya)
42. Dwi Anggraini Wahyuningsih, S.Pd (SMAN 22 Surabaya)
43. Dra. Tarmini (SMAN 22 Surabaya)
45. Dra. Sri Indajanti, M.Pd (SMAN 22 Surabaya)
46. Ninik Susilorini, S.Pd (SMAN 22 Surabaya)
47. Diah Krisdiyanti, S.Pd (SMAN 22 Surabaya)
48. Drs. HARI INDARJOKO, M.Pd (SMAN 6 SBY)
49. Hj. RUSDIANA HALIM,S.Pd (SMAN 21 SBY)
50. Drs. Tri Teguh Irianto, M.Pd (SMAN 1 Surabaya)
51. Susanti, S.Pd, M.Pd (SMAN 1 Surabaya)
52. Seto Handoko, S.Pd (SMAN 5 Surabaya)
53. PURWONO, S. Si. (SMA AL HIKMAH)
54. Nur Kholilah,S.Pd (SMAN 1 Manyar Gresik)
55. Karyadi, S.Pd. (SMPN 13 Surabaya)
56. Cicik indrasari, S.T. (SMPN 1 Dlanggu Kab. Mojokerto)
57. Nanik Umiyani, S.Pd (SMPN 36 Surabaya)
58. Endah Suwarni,S.Pd,M.Pd unit kerja SMPN 36 SBY
59. JOKO SANTOSO,S.Pd unit kerja SMPN 2 SURABAYA
60. Dian Tri Septiningtyas.S.Pd (SMAN 19 Surabaya)
61. Drs. Moh.Zainuri (SMAN 19 Surabaya)
62. Ahmad suhaifi, S.Pd ( SMK NU Surabaya)
63. Umi Rosyidah, S.Kom (SMKNU Surabaya)
64. Sukinah, S.Pd ( SMPN 44 Sby)
65. Hesti Palupi (SMAN 9 Surabaya)
66. Siti Nurul Qorimah, S.Pd ( SMP NEGERI 2 MANYAR- GRESIK)
67. Adifa Rais Hidayatullah (Mahasiswa)
68. Dra Hj Chotidjah,M.Si (SMAN 22 Surabaya)
69. Dra Ambar sucining (SMAN 22 Surabaya)
70. Sri Hutari, S.Pd (SMAN 22 Surabaya)
Demi ketertiban dan kelancaran acara, peserta dibatasi sebanyak 100 orang dan panitia tidak menerima pendaftaran di tempat acara. Dimohon calon peserta yang telah mendaftar secara online segera mengkonfirmasi kehadiran sebelum tgl 1 Oktober 2015.
Update nama peserta akan kami informasikan secara kontinyu.
Terima kasih
An. Panitia Surabaya
Amiroh (081553618329-SMS Only)
Neny Else ( 0812-3157-936)

REVIEW SEMINAR NASIONAL COMPUTER SCINECE

| komentar

(Jum'at, 18 September 2015)

Saat KAMI mengusulkan Layanan TIK, Muatan Lokal TIK dan Lintas Minat TIK untuk dilaksanakan (Draft Permen 31 Mei 2014) menyikapi peran guru TIK/KKPI dalam kurikulum 2013 , pemerintah mengambil sikap HANYA melaksanakan Bimbingan TIK (Permen 68 yg tidak melibatkan organisasi profesi dalam penyusunannya).

Saat KAMI mengusulkan Computer Science (seminar 18 September 2015) untuk masuk menggantikan TIK/KKPI yang memang kontennya "out of date", pemerintah menawarkan tawaran yang bisa dikatakan "out of date", yakni Daraft Permen 31 Mei 2014 yakni adanya Mulok TIK dan Lintas Minat TIK yang "OPTIONAL" dimana dahulu pernah kami usulkan.

Apakah harus menunggu 1 tahun lagi sehingga tawaran Computer Science dari kami baru direalisasikan, seperti kami menawarkan Draft 31 Mei 2014 ?
Apakah harus menunggu 1 tahun lagi sehingga pemerintah menyadari Computer Science benar-benar diperlukan ?

Jika karena muatan / konten TIK/KKPI yang "usang", maka solusinya adalah memperbaiki muatan kurikulumnya, bukan dengan menghapuskannya. Jika karena Listrik PLN belum ada hingga pelosok tanah air solusinya adalah menggunakan energi alternatif, bukan dengan mengorbankan mapel TIK/KKPI. Saatnya Konten / Kurikulum TIK/KKPI diperbaiki, Saatnya Computer Science dimasukan dalam struktur kurikulum nasional. Computer Science melatih siswa berfikir kritis, inovatif dan kreatif. Computer Science bukan Komputer, sehingga PLN bukan utamanya.

Indonesia mulai kekurangan bibit siswa Olimpiade Sains (OSN) Bidang Komputer karena mata pelajaran penghasil bibit tersebut telah dihapuskan. Percayalah bimbingan TIK/KKPI tidak akan bermanfaat banyak bagi peserta didik. Bimbingan TIK (permen 68) hanya akan menciptakan pengangguran terselubung, bahkan jika terjadinya di sekolah swasta atau bagi guru TIK/KKPI honorer implikasinya menyedihkan.

Objek utama seorang "guru" dalam proses pembelajaran dan sejatinya adalah "siswa", bukan pendidik (guru) atau tenaga kependidikan (TU). Bimbingan TIK acap kali bertolak belakang dimana objek utama guru TIK adalah guru mapel bukan siswa karena Bimbingan TIK adalah optional.

Berikut terlampir Draft permen 31 Mei 2014 yang diadopsi/diadaptasi untuk revisi Permen 68 mendatang. Sebuah "kesadaran" yang terlambat. Semoga pentingnya Computer Science segera disadari dan ditindaklanjuti dengan segera. Jika Mendikbud mengatakan kita tidak boleh jadi negara konsumtif dibidang TIK, Jika orang luar (Menkominfo) mengatakan Coding (Computer Science) hendaknya menjadi mata pelajaran wajib, mestinya kita selaku guru TIK wajib mendukung upaya menjadikan Computer Science menjadi mata pelajaran.

1.Draft Permen 31 Mei 2014 http://agtifindo.org/…/HASIL%20USULAN%20DRAFT%20PERMENDIKBU
2.Lampiran Draft Permen 31 Mei 2014
http://agtifindo.org/…/Lampiran%20Permen%20Guru%20TIK_KKPI%…

Seminar Nasional Computer Science

Kamis, 17 September 2015 | komentar


Elearning Untuk Rakyat di Kota Bandung dan Surabaya

Selasa, 01 September 2015 | komentar

Setelah Jakarta dan Solo, E-Learning Untuk Rakyat Akan Hadir di Bandung dan Surabaya

SEJAK beberapa tahun terakhir, dunia telah akrab dengan istilah e-learning E-learning merupakan wujud penerapan teknologi informasi (TI) di bidang pendidikan dalam bentuk sekolah maya. Tujuannya untuk transformasi proses belajar mengajar dalam bentuk digital yang dijembatani oleh teknologi internet. E-learning memungkinkan peserta didik maupun masyarakat luas bisa mengikuti proses belajar mengajar dalam satu waktu tanpa hambatan jarak dan perbedaan waktu.
Namun demikian, banyak kalangan menilai bahwa lingkup e-learning di Indonesia masih terasa sempit. Masih banyak tenaga pendidik, guru atau dosen yang belum memanfaatkan dan bahkan mengembangkan sistem pendidikan jarak jauh ini.
Berdasarkan hal tersebut, Komunitas Guru TIK dan KKPI bekerjasama dengan PT Telkom Indonesia dan Onno Center serta Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) pun berinisiatif untuk mengadakan roadshow “E-Learning Untuk Rakyat” di 4 kota: Jakarta, Solo, Bandung dan Surabaya.

Jakarta sebagai kota perdana penyelenggaraan roadshow ini telah sukses digelar pada 22 Agustus 2015 lalu di Kantor Wilayah Telekomunikasi Tekom Indonesia, di Yos Sudarso Kav. 23 Jakarta Utara.
Pada kesempatan ini, Pakar Internet sekaligus Pendidik TI, Onno W Purbo, berbagi ilmu tentang pengalamannya mengelola e-learning yang  terbuka untuk rakyat.  Sejumlah guru, dosen,  mahasiswa, aktivis pendidikan, dan penggiat teknologi serta blogger yang berasal dari berbagai daerah Jakarta, Jawa Barat, Banten, bahkan juga dari Pekanbaru dan Papua,  mengikuti workshop ini.
Selain Onno, hadir pembicara lainnya yaitu Namin AB Solihin dari Sekjen Komunitas Sejuta Guru Ngeblog (KSGN), yang memberikan materi Membuat Konten Kreatif di Blog.
Dari Jakarta, roadshow “E-Learning Untuk Rakyat” berlanjut di kota Solo pada 29 Agustus 2015. Onno W. Purbo yang menjadi pembicara utama dalam workshop ini berhasil menarik perhatian tak kurang dari 100 peserta yang hadir memenuhi ruang aula Telkom Solo.

Di Solo, Bambang Susetyanto (Ketua Umum Komunitas Guru TIK dan KKPI), Willy (Telkom) ikut menambah bobot workshop. Hadir pula  Pemateri lain yakni Satria Dharma (Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Pusat) yang membawakan materi gerakan literasi, serta Johan Wahyudi dengan materi konten kreatif, .
Soegiharto Santoso, Ketua Umum Apkomindo, mengatakan, penyelenggaraan roadshow “E-Learning Untuk Rakyat” diharapkan dapat membuka kesempatan bagi siapapun untuk mengembangkan dunia e-learning untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. “Pengguna internet tanah air kini  telah mencapai lebih angka 153 juta. Jika sebagian saja dari pengguna internet tersebut mau menaruh perhatian terhadap  pengembangan e-learning, tentunya Indonesia akan mempunyai sumber daya masyarakat yang lebih berkualitas dan berkompeten,” paparnya.
Wijaya Kusumah, Guru Blogger Indonesia, yang mengkoordinasi penyelenggaraan roadshow “E-Learning Untuk Rakyat” pun menyatakan kebanggaannya terhadap para pendidik dan pelajar yang antusias mengikuti workshop di Jakarta dan Solo. “Saya berharap penyelenggaraan workshop di Bandung dan Surabaya mendatang akan lebih sukses dibanding dua kota sebelumnya,” kata Wijaya.
Roadshow “E-Learning Untuk Rakyat” yang juga didukung oleh Kemkominfo, Relawan TIKParadise Store, Fuji Xerox By PT Astragraphia, Edimax, Taiwan Excellence Brand  dan BISKOM selaku media partner akan kembali dilaksanakan di Bandung (26 September 2015) dan Surabaya (31 Oktober 2015).
Informasi lebih lanjut dan pendaftaran secara online melalui http://goo.gl/forms/CGxb37BBkE, atau email ke wijayalabs@gmail.com


 
Support : Creating Website | Risqk Template | ReDesign Mas Ris Template
Copyright © 2015. KOGTIKPI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger